Minggu, 18 Februari 2018

Sejarah Singkat Pemilu Pertama Indonesia


Sejarah Singkat Pemilu Pertama Indonesia - Sudah pada ngeh belum, bahwa tahun 2018 adalah tahun politik bro. Kenapa disebut tahun politik, ya karena di tahun ini ada banyak sekali pemilu atau pemilihan umum yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Pilgub akan dilangsungkan di berbagai daerah di Indonesia, jika kamu tinggal di tempat yang kebetulan melangsungkan Pilgub, ya sebaiknya ikut berpartisipasi lah kalau sudah cukup umur.

Sejarah Singkat Pemilu Pertama Indonesia
Sejarah Singkat Pemilu Pertama Indonesia
Oke gaes, kita gak akan ngomongin pilkada serentak di negara kita tercinta ini. Kali ini ane bakal ngomongin Pemilu Pertama Indonesia. Nah, udah pada tahu belum kapan pemilu pertama di Indonesia diselenggarakan. Kalau belum, pemilu pertama Indonesia itu dilaksanakan pada tahun 1955, atau sering disebut dengan Pemilu 1955. Pemilihan umum ini sendiri tepatnya diselenggarakan pada 29 September 1955 dan pada masa kabinet Burhanuddin Harahap.

Meski dilaksanakan dalam masa negara yang kurang kondusif, namun menurut banyak ahli sejarah Pemilu 1955 adalah pemilu paling Demokratis di Indonesia. Terutama ancaman kemanan yang datang dari DII/TII yang dipimpin oleh Kartosuwiryo yang ingin menjalankan hukum Islam di Indonesia.

Kembali ke Pemilu 1955, pemilu pertama Indonesia ini bertujuan untuk memilih anggota DPR dan Konstituante. Pada saat itu, kursi anggota DPR yang diperebutkan berjumlah 260 sedang untuk kursi konstituantejumlahnya adalah 520 serta ditambah 14 wakil golongan minoritas yang diangkat pemerintah. Meski dilaksanakan pada masa Burhanuddin Harahap, namun sejatinya Pemilu 1955 ini sudah dipersiapkan sejak masa kabinet Ali Sastroamidjojo.

Untuk peserta pemilu 1955 sendiri diikuti oleh banyak sekalai partai politik. Setidaknya ada 172 partai politik yang mengikuti pemilu pertama Indonesia tersebut. Kemudian dalam pernyelenggaraan Pemilu 1955 didominasi oleh empat partai politik besar yaitu PNI (22,3%), Masyumi (20,9%), Nahdlatul Ulama (18,4%) dan PKI (15,4 %). Untuk kursi DPR, pada pemilu pertama ini yang memperoleh 5 besar adalah Partai Nasional Indonesia mendapatkan 57 kursi DPR dan 119 kursi Konstituante (22,3 persen), Masyumi 57 kursi DPR dan 112 kursi Konstituante (20,9 persen), Nahdlatul Ulama 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante (18,4 persen), Partai Komunis Indonesia 39 kursi DPR dan 80 kursi Konstituante (16,4 persen), dan Partai Syarikat Islam Indonesia (2,89 persen).

Pemilu pertama ini kemudian tidak dilanjutkan sesuai dengan lima tahun berikutnya pada tahun 1960. Hal ini dikarenakan pada tahun 5 Juli 1959 dikeluarkan Dekret Presiden yang isinya adalah pembubaran Konstituante dan kembali pada UUD 1945. Selain itu, kemudian pada 4 Juni 1960 Soekarno membubarkan DPR hasil Pemilu 1955.

Nah temen-temen, itulah sedikit informasi mengenai sejarah singkat pemilu 1955 yang merupakan pemilu pertama Indonesia. Moga aja bisa nambah pengetahuan kita semua mengenai sejarah pemilu di Indonesia ya. Lain waktu uinsyaalloh akan kami sampaikan ulasan sejarah yang lain.

Sejarah Singkat Pemilu Pertama Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Novita Wardani

 

Top